Thursday, December 22, 2011

Jejak Krakatau Sebelum 1883

Jejak Krakatau Sebelum 1883



Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas bersama Profesor Tukirin Partomihardjo (kiri), peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, mengamati vegetasi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Di kawasan ini, tim memfokuskan eksplorasi mengenai suksesi alam. Gunung Anak Krakatau, pada awal kemunculannya tidak dihuni makhluk hidup, kini menjadi habitat berbagai macam flora dan fauna.

Berdasarkan survei antara 1981 dan 2008 telah ditemukan sebanyak 122 jenis pohon berkayu, 42 jenis semak belukar, 71 jenis tanaman merambat, dan 173 jenis tanaman obat-obatan.

Wednesday, December 21, 2011

PETUALANGAN, BUDAYA, DAN ARKEOLOGI DI KAWASAN TAWANGMANGU DAN CANDI SUKUH

MERANGKUM WISATA ALAM, PETUALANGAN, BUDAYA, DAN ARKEOLOGI
DI KAWASAN TAWANGMANGU DAN CANDI SUKUH



Bila kita mengamati perilaku masyarakat yang berkaitan dengan upaya-upaya mengisi waktu luang, khususnya yang bersifat rekreatif, kita akan menjumpai fenomena yang menarik. Masyarakat kita, di satu sisi, tengah mengalami kondisi yang serba sulit karena krisis multidimensi khususnya ekonomi, sedangkan di sisi yang lain kita melihat tempat-tempat wisata atau rekreasi tetap ramai dikunjungi orang. Berkaitan dengan faktor biaya yang mestinya lebih dituntut untuk memenuhi hampir semua kebutuhan hidup yang sifatnya primer, terdapat fenomena yang menunjukkan bahwa sesederhana apa pun bentuk kebutuhan rohani yang sifatnya sekunder -dalam hal ini rekreasi-, orang-orang tetap berusaha untuk memenuhinya. Rupa-rupanya masih ada kesadaran sebagian masya- rakat kita untuk meringankan beban yang muncul selama berusaha, bekerja, memenuhi tuntutan hidup yang makin berat, dengan cara yang positif.